Home Sahabat Nabi Masjid Ramah Anak

Masjid Ramah Anak

56
0
SHARE

Di beberapa masjid ada yang kehilangan remaja masjid. Bisa jadi berasal dari trauma semasa kecil. Dari hardikan orang dewasa misalnya. Trauma massal ini berakibat anak-anak remaja malas meramaikan masjid. Apalagi kalo pengurusnya galak. Beberapa masjid bahkan menuliskan larangan, “anak-anak dilarang bermain di masjid”. Semakin enggan mereka “bermain” di masjid. Mungkin pikir mereka, “lebih baik ke warnet, game online, atau mall sekalian”. Di sana penjaganya Lebih ramah, menurut mereka.

contoh dari masjid yang melarang keberadaan anak-anak

https://khsblogdotnet.files.wordpress.com/2016/07/masjid-ramah-anak-yang-dirindukan-bersama-umat-islam.jpg?w=480

Topik mengenai “keramahan” masjid (terutama terhadap anak-anak) ini belakangan semakin mengemuka. Apalagi ketika aktivitas masyarakat semakin meningkat seperti di Bulan Suci Ramadhan yang baru saja berlalu. Ada dua suasana yang menurut hemat kami perlu dihadirkan oleh lingkungan masjid secara umum. Dan tidak menjadi kewajiban Takmir atau DKM semata. Keduanya yaitu (1) Positif dan (2) Kondusif.

(1) Maksud positif adalah jamaah bisa menerima keberadaan anak-anak. Bukan menghardik mereka. Apalagi mengusirnya. Tidak semua tingkatan usia anak-anak bisa diingatkan. Menurut Ustadz Bendri,

  • apabila sudah bisa membedakan kanan dengan kiri, maka sudah bisa diberikan peringatan secara baik-baik.
  • Bila belum (berarti masih anak-anak sekali), maka dibiarkan saja bermain-main di masjid.

Masih terkait positif, poin lainnya adalah “keterusiran” anak-anak dari shaf depan. Shaf yang lebih di depan, adalah hak bagi mereka yang datang lebih dulu. Meskipun dia/mereka adalah anak-anak, hendaknya kaum yang lebih dewasa tidak meminta mereka shalat di shaf-shaf yang lebih belakang.

Perilaku mendorong anak-anak shalat di shaf-shaf belakang disinyalir turut berperan dalam menyengajakan anak-anak terlambat hadir ke masjid. Untuk apa buru-buru masuk ruang utama shalat, kalau shalatnya tetap harus di belakang shaf-shaf orang dewasa. Kira-kira demikian nalar mereka tanpa disadari secara langsung.

Sungguh indah saat rasul membawa cucunya, umamah dan husain ke masjid. Digembirakan mereka dgn digendong seraya bermain di masjid. Demi memuaskan husain bermain di masjid, Rasul melamakan sujudnya agar ia puas menungganginya seperti kuda. Tak memarahinya. Sahabat menduga lamanya sujud akibat datangnya wahyu. Mereka salah. Rasul menyengajakannya supaya anak2 puas bermain di masjid.

(2) Namun demikian, suasana masjid harus tetap kondusif demi menjaga kekhusyu’an shalat berjamaah.

Infrastruktur Masjid Ramah Anak

Kita sudah tahu belakangan ini, banyak masjid berlomba-lomba memasang AC. Harapannya para jamaah merasa betah dan meningkatkan frekuensi kunjungannya ke masjid. Syukur alhamdulillah apabila durasi aktivitas di masjid juga bertambah. Apabila kita berpikir demikian untuk orang-orang dewasa, mengapa tidak kita berpikir serupa dalam menangani anak-anak kecil? Misalnya lewat pengadaan taman bermain. Dengan pengadaan seperti ini persepsi masjid adalah tempat yang menyenangkan bisa mulai ditanamkan sejak dini.

Remaja masih termasuk anak-anak, atau tidak? Kembali ke paragraf pertama di atas. Minimnya remaja masjid salah satunya ditengarai oleh tidak ramahnya masjid terhadap anak-anak. Di samping itu, bagaiaman Takmir/DKM memberdayakan para remaja di sekitar lingkungan masjid juga turut memberikan pengaruh terhadap Remaja Masjid itu sendiri.

Salah satu cara agar para remaja suka datang ke masjid adalah memberikan mereka kesempatan untuk memiliki peran lebih di masjid. Mereka juga sebaiknya diberi tanggungjawab terhadap kemakmuran masjid. Bahasa lain dari kemakmuran masjid adalah “keramaian” masjid. Menjadi tugas dan tanggung jawab Takmir/DKM untuk menghadirkan jamaah-jamaah, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa untuk hadir dan beraktivitas di masjid.

Para anggota Remaja Masjid dapat diajak bergabung dengan kepengurusan Takmir/DKM yang sudah berisi orang-orang tua dengan bimbingan ulama muda yang lurus dan kreatif mencari solusi kemakmuran masjid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here